karyawan sering sakit-sakitan

Pertanyaan / Isu

Dear team,

Mohon sharing dari rekan-rekan hrd, apakah ada yang pernah mengalami karyawan dengan case sbb:

Pekerja wanita, status karyawan tetap, posisi receiptionist, dalam 1 bulan selalu ada izin sakit sekitar 1-2 minggu per bulan dan selalu diback up dengan surat dokter dimana case ini sdh berlangsung sekitar 2 thn, alasan sakitnya adalah maag akut. Saat ini beliau sedang mengandung (usia kehamilan 7-8 bulan) hal ini menambah intensitas ketidakhadirannya untuk bekerja dan dalam hal ini Perusahaan cukup sulit untuk mengambil tindakan. Surat keterangan sakit diperoleh dari beberapa rumah sakit/balai pengobatan untuk memback up ketidakhadirannya.

Yang menjadi pertanyaan Kami adalah :
1. Apa solusi yang paling tepat untuk masalah tersebut, karena dalam kasus ini Perusahaan telah cukup disulitkan dan dirugikan?
2. Sebelumnya Perusahaan masih memberikan kesempatan untuk si Karyawati, akan tetapi tidak ada perubahan. Apakah si karyawati bisa di PHK (jika “ya” mohon dibantu dengan dasar hukumnya?)?
3. Adakah rekan2 yang mengalami hal ini dan apa yang dilakukan?

Mohon sharingnya… Terima kasih

Tanggapan I

Di perusahaan kami,pernah ada kasus hampir serupa, ybs adalah pria, karyawan tetap, posisi sebagai security, 5 bulan terakhir, beliau sering sekali sakit, dan disertakan dengan surat keterangan dari dokter/poliklinik, setip kali ditanya ybs sakit apa,ybs selalu bilang kalau dia demam biasa, dikarenakan intensitasnya yang terlalu sering sakit,akhirnya perusaan menginstruksikAn kepada ybs,untuk mengadakan medical check up d tempat yang perusahaan tunjuk, dan untuk hasil medical check up dikirimkan langsung ke perusahaan. Setelah hasil medcheck kami terima, kami konsultasikan hasil tersebut ke dokter umum, dan dinyatakan kalau kondisi karyawan tsbt terkena tbc dan harus istirahat total. Pada saat itu perusahaan langsung memberikan perintah kepada ybs untuk istirahat sampai sakitnya tersebut mendapat keputusan/surat pernyataan dan bukti rontgen dari dokter bahwa ybs sembuh total, dan bisa kembali bekerja. Dalam masa penyembuhan tsbt,karyawan tetap menerimaa gaji. Dengan perhitungan 3 bulan awal
Menerima gaji 100 % , 4 bulan kedua 75 % , 5 bulan ketiga 50 % , dan apabila dalam 1 tahun/12 bulan tidak ada pernyataan sembuh dan mampu bekerja, maka perusahaan dapat melakukan PHK. (Hal ini berdasarkan PKB perusahaan kami)

Dasar perhitungan upah dan PHK ada dalam undang-undang (CMIIW), rekan-rekan sekalian mungkin ada yg bisa menambahkan untuk dasar hukumnya yg sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan.

Tanggapan II

Langkah awal yg paling baik menurut saya dalam masalah sakit2 seperti ini adalah meminta pendapat dokter ahli. mintalah referensi pada dokter tersebut apabila ybs dihadapkan pada jenis & situasi pekerjaan yg selama ini terjadi di perusahaan anda. setelah itu baru bicarakan langkah selanjutnya berdasarkan panduan dari dokter td.

Tanggapan III

hasil medical check up bisa jadi bahan pertimbangan untuk menetapkan ybs akan di tetapkan atau tidak, karna sangat berpengaruh jangka panjang (KPI).

Tanggapan IV

Masalah yang disampaikan, sering kita temukan di tempat kerja. tentu dengan jenis dan kuantitas bervariasi.
Dalam Kesehatan Kerja, karyawan tdk masuk karena sakit (sickness leave) secara “simple” sering dibagi dalam dua kategori: sakit beneran dan sakit yg lebih krn alasan psikis (psychosomatic) bahkan krn attitude yang buruk dari karyawan.
Dalam sickness absent assessment, hipotesa awal adalah: tidak masuk krn sakit (berulang) 1-2 hari per case itu adalah masalah HRD (attitude). Sedangkan tidak masuk karena sakit dgn masa tidak masuk 3 hari atau lebih biasanya krn benar2 sakit,dan ini menjadi masalah HSE.
Oleh karenanya secara sepintas (karena tidak ada laporan medis dsb) kasus karyawan rekan Nova ini sepertinya adalah benar2 sakit. Langkah yg mungkin bisa dilakukan adalah:
1. Minta Karyawan bersangkutan melakukan pemeriksaan saluran pencernaan secara maksimal. Sekarang sudah banyak ahli penyakit saluran pencernaan termasuk gastritis kronis. Dan bila perlu segera dilakukan pengobatan secara maksimal pula. Semakin lama dibiarkan akan semakin banya cost yg harus dibayar, baik bagi karyawan maupun perusahaan.
2. Minta advice Dokter Ahli Kesehatan Kerja, kira2 jenis pekerjaan apa yang fit untuk karyawan tersebut.
3. Hasil dari poin 1 dan 2, didiskusikan secara baik2 dengan karyawan.
PHK dalamĀ  kasus ini sepertinya bukan opsi, kecuali ada pertimbangan dan kebijakan lain yang sebaiknya tetap harus dikomunikasikan dengan karyawan.
Terima kasih, semoga bermanfaat.

ARTIKEL TERKAIT :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s