Perhitungan Gaji proporsional

Pertanyaan / Isu :
Mohon pencerahan dan sharing dari seluruh praktisi HR yg bergabung dlm forum ini.
Saat ini perusahaan tempat sy bekerja memberlakukan periode cut off salary dengan ketentuan sbb :
Perhitungan gaji mulai tgl 28 bulan lalu s/d tgl 27 bulan ini utk period gaji bulan ini yg dibayarkan pd tgl 27 bulan ini. Begitu seterusnya berulang. Setiap bulannya hari kerja dihitung secara rata-rata yaitu 22 hari (5 hari kerja dlm seminggu)
Jika ada kary baru bergabung pd tgl 1 bulan ini, maka untuk perhitungan gaji yg diterima pd bulan ini adalah :
Perhitungan proposinal

(Gaji/22) X jumlah hari kerja (dr tgl 1 – 27).
Atau
Kary tersebut mendapatkan gaji full untuk bulan ini ?
Menurut pengalaman kerja sy, gaji yg diterima akan diperhitungkan secara proporsional krn ybs tdk masuk dr awal periode yaitu tgl 28.
Bagaiman dengan pendapat rekan sekalian ?
Please share…….
Tanggapan I

Mohon ijin berpendapat ya….

Kalau  menilik dari pertanyaan rekan Dee adalah bagaimana perhitungan gaji (upah) pekerja terkait “cut off salary”, dimana perhitungan gaji dimulai tgl 28 bulan lalu s/d tgl 27 bulan ini, apakah dihitung secara proporsional atau dibayarkan full.

Kedua, formula dari rekan Dee yang menampilkan “Setiap bulannya HARI KERJA dihitung secara rata-rata yaitu 22 hari (5 hari kerja dlm seminggu)” menjadi diskusi lanjutan.

Untuk pertanyaan gaji dibayarkan secara proporsional atau full, menurut saya dibayar proporsional tidak salah untuk bulan pertama. Sedangkan untuk bulan berikutnya dapat dibayarkan secara full. Kalaupun suatu saat ini terjadi kurang bayar atau lebih bayar, dapat diperhitungkan segera agar balance.

Untuk diskusi lanjutan mencari tahu BERAPA HARI KERJA bagi waktu kerja 8 (delapan) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu (vide pasal 77 ayat 2.b), maka sebaiknya kita tidak terjebak dengan ketentuan pasal 84 UU 13/2003 yang menyatakan sbb”

“Setiap pekerja/buruh yang menggunakan hak waktu istirahat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79 ayat (2) huruf b, ……. berhak MENDAPAT UPAH PENUH”, dikarenakan maknanya adalah ISTIRAHAT MINGGUAN mendapat upah penuh yang notabene TIDAK mengatur/membahas BERAPA HARI KERJA dalam sebulan.

Untuk mendapatkan angka HARI KERJA dalam sebulan, yang saya ketahui adalah sbb:

1.       Jam kerja dalam sebulan = 173 (jam/bulan). Semoga angka 173 tidak menjadi diskusi lanjutan seri kedua, hehehe….

2.      Jam kerja sehari untuk 5 (lima) hari kerja seminggu = 8  (jam/hari), sehingga perhitungan secara matematis sederhana untuk HARI KERJA SEBULAN sbb: 173 (jam/bulan) : 8 (jam/hari) = 21.625 (jam/bulan x hari/jam) = 21.625 (hari/bulan).

3.       Jam kerja sehari untuk 6 (enam) hari kerja seminggu = 7  (jam/hari), sehingga perhitungannya HARI KERJA SEBULAN adalah sbb: 173 (jam/bulan) : 7 (jam/hari) = 24.71429 (jam/bulan x hari/jam) = 24.71429 (hari/bulan).

Entah mengapa dalam perUUan ketenagakerjaan dimunculkan angka 21 (round DOWN) bagi waktu kerja 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu dan  angka 25 (round UP) bagi waktu kerja 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu.

FAQ dalam LINK di bawah mungkin membantu. Silakan baca thread “Penjelasan mengenai penentuan UPAH SEHARI.

http://depnakertrans.go.id/?show=faq&page=3

1.     Sesuai ketentuan Pasal 77 ayat (2) UU Ketenagakerjaan No. 13/2003, bahwa waktu kerja adalah: a. 7 (tujuh) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 6 (enam)hari kerja dalam 1 (satu) minggu, atau b. 8 (delapan) jam 1 (satu) hari atau 40(empat puluh) jami 1 (satu) minggu untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu.

2.     Berdasarkan pengaturan waktu kerja di atas, maka untuk menentukan upah perhari sesuai ketentuan Pasal 15 ayat (2) Permenaker No: PER-01/MEN/1999 untuk: a. Perusahaan yang menggunakan waktu kerja 6 (enam) hari dalam seminggu, upah bulanan dibagi 25 (dua puluh lima). b. perusahaan yang menggunakan waktu kerja 5 (lima) hari dalam seminggu, upah bulanan dibagi 21 (dua puluh satu).

3.     Adapun peraturan yang mengatur upah sehari dihitung dari upah sebulan dibagi 30 (tiga puluh) hari, dapat disampaikan bahwa UU Ketenagakerjaan tidak mengaturnya. Namun, dalam hal pekerja diputuskan hubungan kerja dan upahnya dibayar atas dasar perhitungan harian, maka penghasilan sebulan adalah sama dengan 30 kali penghasilan sehari, vide Pasal 157 ayat (2) UU Ketenagakerjaan No. 13/2003.

Demikian dan terbuka untuk dikoreksi atau ditambahkan.

 

Tanggapan II

Kalau konteksnya pengupahan, maka UPAH BULANAN pd bulan Maret adalah 31/31.
Namun dalam konteks memperhitungkan upah proporsional, maka pemahaman saya, kita akan memperhitungkan upah “SEHARI” untuk UPAH PROPORSIONAL.
Ketika memperhitungkan upah proporsional yg musti menentukan/mengkonversi dulu upah “SEHARI” inilah menggunakan ketentuan pasal 15 ayat (2) Permen 01/1999 terkait jumlah hari KEHADIRAN (baca hari kerja) sebagaimana “diarahkan” dalam FAQ diwebsite Depnekertrans, dimana “Upah pekerja harian lepas ditetapkan secara UPAH BULANAN yang dibayarkan berdasarkan jumlah HARI KEHADIRAN dengan PERHITUNGAN UPAH SEHARI:…..dst.

Saya sependapat dgn pemahaman/logika dari Pak Riyan terkait angka pembagi 28, 29 (thn kabisat), 30 atau 31, jika dikaitkan dgn ketentuan pasal 84 UUK dan saya tidak menafikan “kedudukan” FAQ dalam website Depnakertrans terkait hierarki perUUan yg berlaku. Namun dalam UUK juga TIDAK ADA ketentuan yg menyatakan “angka pembagi” dgn salah satu dari keempat angka tersebut di atas. Kalau angka “pengali” memang ada dalam UUK dan itu menggunakan angka 30 serta untuk perhitungan uang pesangon, UPMK dan UPH.

Dari perbedaan inilah, beberapa minggu lalu ada diskusi yg kurleb-nya “kok angka PEMBAGI yg diperuntukkan dalam memperhitungkan “no work no pay” TIDAK SAMA dengan angka PENGALI ketika memperhitungkan upah lembur (pasal 9 Kepmen 102/2004 yg menggunakan angka PENGALI 21 dan 25) dan uang pesangon, UPMK dan UPH (pasal 157 ayat 2 UUK yg menggunakan angka PENGALI 30)”, sehingga dirasa menyulitkan payroll system.

Demikian tanggapan saya yg sangat terbuka untuk dikoreksi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s